Rabu, 16 Mei 2012

Pemeriksaan Darah Secara Kualitatif




TUJUAN:
  •  Untuk Mendapatkan spesimen darah vena untuk pemeriksaan darah secara kualitatif.
  •  Untuk pemisahan plasma dengan packed cells.
  •  Untuk pemisahan fibrin dengan serum
  •  Untuk pemisahan globulin dan albumin
ALAT DAN BAHAN:
  •  Torniquit
  •  Spuit-kapas alkohol 96%
  •  kapas kering
  •  tabung reaksi
  •  centrifuge
  •  pipet tetes
BAHAN:
  •  Darah
  •  EDTA
  •  NaCl 0,9%
  •  CaCl 20%
  •  Ammonium Sulfat 22%
  •  NaCl 1%
  •  air
CARA KERJA:
  1.  Pengambilan darah vena
  2.  Bersihkan daerah vena media cubiti dengan alkohol 96% dan biarkan menjadi kering kembali.
  3.  Pasang ikatan pembendung /torniquit 3 jari di atas fossa cubiti.
  4.  Meminta partner kita yang akan diambil darahnya untuk mengepal dan membuka tangannya beberapa kali agar vena jelas terlihat.
  5.  menegangkan kulit di atas vena dengan jari tangan kiri agar vena tidak bergerak.
  6.  Menusuk kulit di atas vena dengan jarum menggunakan tangan kanan sampai menembus lumen vena.
  7.  mengambil  darah sesuai yang dibutuhkan.
  8.  melepas torniquit dari ikatan tangan.
  9.  menaruh kapas di atas jarum dan mencabut jarum secara perlahan.
  10.  mengalirkan darah dari spuit ke dalam tabung melalui dinding tabung.
  11.  memberi label pada tabung yang berisi darah.                                   
2.Pemisahan Plasma dengan Packed Cells
  1.  Pemisahan sample darah ke dalam centrifuge selama 15 menit.
  2.  Lapisan atas yang bening adalah plasma dan endapan merah adalah packed cells.
  3. Pemisahan Fibrin dengan Serum.
  4.  1 ml plasma diencerkan dengan 15ml NaCl 0,9%
  5.  menambahkan 1 tetes CaCl2 20%, sampai terjadi endapan.
  6.  Menyaring endapan ,filtrat adalah serum dan endapan adalah fibrin.
4.Pemisahan globulin dengan Albumin.    
  1.  Menambahkan 2-3 ml ammonium sulfat 22% ke dalam 1 ml serum,maka akan terjadi endapan dari globulin.
  2.  Endapan globulin dilarutkan dengan Nacl 1%.
  3.  Melakukan protein test.
  4.  Filtrat yang di peroleh , di tambah dengan kristal ammonium sulfat hingga jenuh,maka terjadi endapan albumin.
  5.  Menyaring endapan kemudian di larutkan dengan air.
  6.  Melakukan test dengan protein test.

DATA PENGAMATAN:

NO
PERLAKUAN
HASIL PENGAMATAN
1
Darah dicentrifuge selama 15menit (darah yang sudah di tambah EDTA).
  • Terjadi pemisahan komponen drah yaitu plasma dengan packed cells,
  • Plasama berbentuk /berwarna bening di bagian atas.
  • Packed cells berbentuk endapan berwarna merah yang menggumpul di bagian bawah.
2
1 ml plasma di encerkan dengan 15 ml NaCl 0,9% di tambah 1 tetes CaCl 20%
Terjadi endapan     
    Disaring
  •  filtrat:serum   
  •  Endapan :fibrin.
3
  • 2 ml ammonium sulfat 22% di masukkan ke dalam 1 ml serum.
  •  endapan +Nacl 1 %
  •  Filtrat +Kristal ammonium sulfat.
  •  Menyaring endapan +air.
  • Terjadi endapan globulin.
  •  Endapan larutan putih.
  •  Terjadi endapan albumin, warna larutan jenuh. (Tidak dilakukan)


PEMBAHASAN: 

  1.  Dalam pengambilan sample darah vena,digunakan torniquit dengan maksud untuk memperjelas pembuluh vena.Pengusapan kapas beralkohol pada daerah yang akan  diambil darahnya supaya daerahnya steril.
  2.  Pada pemisahan plasma dengan packed cells,darah sample harus ditambah dengan EDTA,kemudian dicentrifuge selama 15 menit.Pemisahan dilakukan selama 15 menit agar plasma dan packed cells terpisah secara sempurna.Hasil dari perlakuan ini darah akan terpisah menjadi 2 bagian yaitu bagian bening yang merupakan plasma,dan bagian yang mengendap yang merupakan packed cells.
  3.  Plasma yang di hasilkan dari pemisahan, kemudian dipisahkan komponen
  4.  Komponennya yaitu fibrin dan serum.Pemisahan dilakukan dengan menambah 15ml  NaCl 0,9% kedalam 1 ml dan menambah 1 tetes CaCl2 20% sampai terjadi endapan.Filtrat yang di peroleh adalah serum dan endapan adalah fibrin.
  5.  Pada pemisahan globulin dengan albumin ,serum yang diperoleh selanjutnya ditambah dengan 2 ml ammonium sulfat  22% ke dalam 1 ml serum,terjadi endapan dari globulin yng selanjutnya dilarutkan dengan NaCl 1%.Pada Percobaan ini,tidak di lakukan  protein test karena hambatan  alat dan bahan serta reagen yang digunakan.Sedangkan pemisahan albumin belum bisa dilakukan karena pada pemisahan globulin,filtrat albumin belum nampak.
KESIMPULAN:
  •  Komponen darah di bagi menjadi 2 yaitu: plasma dan packed cell,pada pemisahan ,
  • bagian bening,Plasma dan yang mengendap merah adalah packed cells.
  •  Plasma dibagi menjadi 2 bagian:serum dan fibrin,pada  pemisahan filtrat adalah serum dan endapan adalah fibrin.
  •  Pada serum,di bagi menjadi 2 komponen :albumin dan globulin,endapan pada globulin dilarutkan dengan NaCl1%,pada albumin dilarutkan dengan air.
                                                              Semarang, 13 Maret 2012
Pembimbing,                                                                                                                 Praktikan,
1.    Devi Alfun N.P17434011050
2.    Ismatul Maula P17434011060
3.    Lisyana M. P17434011065
4.    Rita Dewi M.P17434011076
Djoko Priyatno


                 



Selasa, 15 Mei 2012

Inokulasi Bakteri




No                               : 3 (tiga)
Hari,tanggal               : Rabu,28 Maret 2012
Judul                           : Inokulasi Bakteri (Escherichia coli)
Metode                       :
 Inokulasi bakteri Escherichia coli dengan cara :
1.      Goresan sejajar melingkar/kuadran pada media plate.
2.      Goresan zig-zag pada media miring.
Tujuan                          :
·         Mempelajari teknik inokulasi bakteri biakan mikroorganisme pada medium steril.
·         Untuk memperbanyak koloni bakteri.

Prinsip                                    :
Pemindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan steril tanpa kontaminasi dengan menggunakan teknik inokulasi biakan (gores)






Alat dan Bahan          :

No.
Alat
Bahan
1.
Ose
Endo agar/Biakan bakteri Escherichia coli
2.
Lampu Bunsen
Media miring(agar mirig)
3.
Tabung reaksi
Media cawan petri (agar plate)
4.
Cawan petri
Plate Count Agar (PCA)
5.
Inkubator

6.
Kertas HVS buram/Kertas minyak

7.
Kapas.


Dasar Teori                 :
Inokulasi dimaksudkan untuk menumbuhkan, meremajakan mikroba dan mendapatkan populasi mikroba yang murni. Inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Media untuk membiakkan bakteri haruslah steril sebelum digunakan. Pencemaran terutama berasal dari udara yang mengandung banyak mikroorganisme. Pemindahan biakan mikroba yang dibiakkan harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur laboratorium agar tidak terjadi kontaminasi (Dwijoseputro 1998). Oleh karena itu, diperlukan teknik-teknik dalam pembiakan mikroorganisme yang disebut dengan teknik inokulasi biakan.
Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik penanaman bakteri (inokulasi) yaitu :
1.      Menyiapkan ruangan
Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadannya harus steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaaan .Inokulasi dapat dilakukan dalam sebuah kotak kaca (encast) udara yang lewat dalam kotak tersebut dilewatkan saringan melalui suatu jalan agar tekena sinar ultraviolet.
2. Pemindahan dengan dengan pipet
Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau pada penyelidikan untuk diambil 1 ml contoh yang akan diencerkan oleh air sebanyak 99 ml murni.
3. Pemindahan dengan kawat inokulasi.
Ujung kawat inokulasi sebaliknya dari platina atau nikel .ujungnya boleh lurus juga boleh berupa kolongan yang diametrnya 1-3mm. Dalam melakukuan penanaman bakteri kawat ini terlebih dahulu dipijarkan sedangkan sisanya tungkai cukup dilewatkan nyala api saja setelah dingin kembali kawat itu disentuhkan lagi dalam nyala.
Teknik Inokulasi
Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengisolasi biakan murni
mikroorganisme yaitu :
1 Metode gores
Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Inokulum digoreskan di permukaan media agar nutrient(medium padat) dalam cawaan petri dengan jarum pindah (lup inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni.
2 Metode tebar
Setetes inokolum diletakan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petridish dan dengan menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril. Inokulasi itu disebarkan dalam medium batang yang sama dapat digunakan dapat menginokulasikan pinggan kedua untuk dapat menjamin penyebaran bakteri yang merata dengan baik. Pada beberapa pinggan akan muncul koloni koloni yang terpisah-pisah.
3 Metode tuang
Isolasi menggunakan media cair dengan cara pengenceran. Dasar melakukan pengenceran adalah penurunan jumlah mikroorganisme sehingga pada suatu saat hanya ditemukan satu sel di dalam tabung (Winarni, 1997).
4 Metode tusuk
Metode tusuk yaitu dengan dengan cara meneteskan atau menusukan ujung jarum ose yang didalamnya terdapat inokolum, kemudian dimasukkan ke dalam media (Winarni, 1997).
Macam-Macam Media
Ada beberapa macam media yang digunakan untuk inokulasi yaitu :
1.                  Mixed culture : berisi dua atau lebih spesies mikroorganisme.
2.                  Plate culture: media padat dalam petridish.
3.                  Slant culture : media padat dalam tabung reaksi.
4.                  Stap culture : media padat dalam tabung reaksi, tetapi penanamannya dengan cara penusukan.
5.                  Liquid culture : media cair dalam tabung reaksi.
6.                  Shake culture: media cair dalam tabung reaksi yang penanamannya dikocok.
           
Cara Kerja                   :
Ø  Inokulasi pada media padat bentuk plate (Cawan petri)

1.      Ose dibakar sampai steril,dinginkan.
2.      Dengan ose yang sudah steril,diambil sampel atau bakteri kultur yakni Escherichia coli pada endo agar,dipulaskan pada salah satu tepi dari media,jangan sampai menyentuh dinding cawan petri.
3.      Dengan ose steril yang lain,ulasan itu digores-goreskan sejajar pada salah satu tepi media,dengan salah satu sisinya.
4.      Ose dibalik untuk melanjutkan goresan-goresan sejajar pertama,setelah mediaya diputar 90
5.      Dengan ose yang dimiringkan goresan-goresan sejajar kedua,digoreskan sejajar lagi setelah  medianya diputar  90.
6.      Media diputar 90,goresan-goresan sejajar yang ketiga digoreskan sejajar lagi dengan ose yang sudah dibalik,sampai memenuhi permukaan media plate.
7.      Mikroba yang telah diinokulasi selanjutnya diinkubasi selama 2 x 24 jam di dalam incubator.
8.       Amati karakteristik koloni mikroba yang tumbuh.

Ø  Inokulasi pada media padat di dalam tabung media miring

1.      Ose dibkar sampai steril dan dinginkan.Diambil koloni bakteri biakan Escherichia coli padamedia endo agar .
2.      Tutuptabung media diuka dengan menjepit mrnggunakan jari kelingking kanan,mulut tabung dibakar dengan nyala api Bunsen.
3.      Ose yang sudah berisi koloni bakteri digoreskan zig-zag pada permukaan media,betul-betul ditengah media tidak terlalu ke bawah/ke atas dan juga tidak terlalu ke kiri/ke kanan.
4.      Mulut tabung dibakar lagi,segeraditutup  dengan tutupnya.
5.      Ose dibakar lagi sampai steril. 
6.      Mikroba yang telah diinokulasi selanjutnya diinkubasi selama 2 x 24 jam di dalam incubator.
7.       Amati karakteristik koloni mikroba yang tumbuh

Pengamatan    :
Ø    Inokulasi pada media miring


Ø  Inokulasi pada media cawan petri/plate


Hasil                :
Didapatkan hasil bahwa,inokulasi pada media miring berhasil artinya tanpa ada kontaminasi.Untuk media plate,terjadi kontaminasi dengan bukti adanya jamur yang tumbuh selain bakteri biakan,Escherichia coli.
Pembahasan   :
Untuk menginokulasi mikroba, semua peralatan dan lingkungan harus steril sehingga dapat dicegah kemungkinan terjadinya kontaminasi dan tidak menganggu hasil praktikum atau percobaan lain yang berhubungan dengan inokulasi.
Pada praktikum kali ini,nampaknya terjadi kontaminasi untuk media agar plate,hal ini mungkin dikarenakan:
1.      Si praktikan tidak memakai APD lengkap.
2.      Dalam satu media cawan petri,yang menggores  4 orang,sehingga unsur kontaminasi lebih besar.
3.      Kurangnya pengetahuan teknik menggores yang benar dan baik.
Kesimpulan                 :
Berdasarkan praktikum yang telah kita dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa teknik inokulasi merupakan teknik pemindahan bakteri ke dalam media dengan perlakuan khusus untuk mempertahankan kemurnian dari bakteri tersebut. Teknik inokulasi dapat dilakukan dengan metode gores pada agar datar (streak plate method) dan metode gores pada agar miring. Proses inokulasi harus benar-benar aseptik atau steril supaya tidak terjadi kontaminasi oleh mikroorganisme lain. Pada hasil pengamatan metode gores agar miring terlihat adanya garis zig-zag putih susu menyebar yang menandakan koloni bakteri Escherichia coli biakan tumbuh. Sedangkan pada metode gores agar datar ,ditemukan kontaminasi yang diduga jamur.
 Daftar Pustaka           :




                                                                                                                       Semarang, 28 Maret  2012
Pembimbing,                                                                                                                 Praktikan,
1.    Nurul Aeni N.         P17434011073
2.    Perwita Dwi I.        P17434011074
3. Pipin N.S                 P17434011075
4.    Rita Dewi M.          P17434011076
(Drs.Soesanto M.Kes)

Tata Cara penulisan Makalah


TATA CARA PENULISAN MAKALAH

 (TUGAS AKHIR SEMESTER)

FORMAT
  •   Jumlah kata (word count) : 4.000 – 5.000 ; atau 10 – 12 halaman
  •   Ukuran kertas A4
  •   Tidak perlu dijilid dan tidak perlu diberi mika. Cukup dijepret di sebelah kiri(boleh juga dijilid,sesuai permintaan pembimbing).
  • Sampul mencantumkan: judul Tugas Akhir Semester Akuntansi Sektor Publik, Nama dan NIM (jika kelompok, urutan NIM dicantumkan ascending).
  •   Pilihan font: Times New Roman (12), Palatino Linotype (11), Arial (11)
  •  Mencantumkan nomor halaman di bagian bawah , center
  •   Margin kanan, kiri, atas dan bawah menggunakan ukuran default atau standar
  •   Spasi: 1,5, plihan alignment: kiri, atau justified
  •   Paragraf menjorok ke dalam, dengan jarak spasi 1,5 dengan paragraf sebelumnya
  •   Surat pernyataan bahwa makalah yang dibuat adalah bukan plagiat dan hasil karya sendiri (ditandatangani dan diberi nama lengkap dan NIM)
SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan makalah adalah sebagai berikut:

Pendahuluan
Pada bagian ini dikemukakan latar belakang (mengapa topik tersebut perlu ditulis), rumusan masalah, tujuan dan manfaat tulisan Anda bagi pembaca.

Pembahasan /  Analisis
Bahasan dan analisis adalah murni bahasa dari Anda.
Segala bentuk sumber / referensi wajib dicantumkan di 2 (dua) bagian makalah, yaitu: bagian yang dikutip di bab Pembahasan, dan bab Daftar Referensi

Simpulan dan Saran
Bagian ini mencakup simpulan, serta saran, dan mengungkapkan secara jelas kepada siapa saran tersebut ditujukan

Daftar Referensi
Bagian ini memuat sumber referensi untuk penulisan makalah, baik dari buku, majalah, artikel ilmiah, dan website.
Tata cara penulisan daftar referensi:
a.        Dari Buku oleh Satu Pengarang
Bambang Riyanto.1984. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Kedua. Yogyakarta: Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada.

b.    Dari Buku oleh Dua Pengarang
Cohen, Morris R, dan Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New York: Harcourt, Brace & Co.

c.    Dari Buku oleh Tiga Pengarang atau Lebih
Sukanto, R., et al. 1980. Business Forecasting, Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.

d.         Dari Buku oleh Pengarang yang Sama
Van Horne, James C. 1986. Financial Management and Policy, Ninth Edition,  New Jersey: Prentice-Hall International Editions.

_______, 1990. Fundamentals of Financial Management, Sixth Edition, New Jersey: Prentice-Hall Inc.

e.    Dari Buku tanpa pengarang
Author’s Guide. 1975. Englewood Cliffs:  Prentice-Hall.

Undang-Undang RI No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, Penerbit Handayani, 1992.

f.     Buku oleh Lembaga, Pemerintah dan Organisasi Lain
R.I., Majelis Musyawarah Rakyat Sementara. 1966.  Hasil-hasil Sidang Umum ke IV Tahun 1966, Jakarta: Departemen Penerangan R.I.

g.    Surat Kabar
Artikel tanpa nama penulis
Kompas  (Jakarta), 28 Pebruari 1995

Artikel dengan judul dan nama penulis
Allen, Maury. “A Grwowing  Union,” New York Post.  March 20, 1998. P. 4.

Artikel dengan judul tetapi tanpa penulis
“Terpuruknya Dunia Bisnis Perbankan”,  Jawa Pos, 30 September 1998.  hal. 3.


h.    Jurnal, Buletin, Majalah dan Penerbitan Berkala
Irlan Soejono dan A.T. Birowo. 1976. “Distribusi Pendapatan di Pedesaan Padi Sawah di Jawa Tengah”, Prisma, 1, hal. 26-32

Snitzler, James R. 1958.  “How Wholesalers Can Cut Delivery Costs”, Journal of Marketing, 23: pp. 21-28


i.     Hasil Penelitian
Faisal Kasryno et al. 1981. Perkembangan Institusi dan Pengaruhnya terhadap Distribusi Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja: Studi kasus di Empat Desa di Jawa Barat, Bogor: Studi Dinamika Pedesaan.

j.     Kertas Kerja Diskusi Panel, Seminar dan Lokakarya
M. Damiri. 1993. “Perbankan di Indonesia, Suatu Tinjauan Era Deregulasi”, Makalah disampaikan pada Ceramah Deregulasi Perbankan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya, Surabaya.

Tim Dosen STIE Perbanas Surabaya. 1994. “Upaya Pemerataan Pembangunan Melalui Sektor Moneter”, Makalah Pelengkap Seminar Perbankan, Surabaya.

k.    Bahan Tidak Diterbitkan (Mimeographed)
“Perkembangan Sektor Pertanian 1971/1972”. 1972. Jakarta: Departemen Pertanian. (Mimeographed)

l.     Skripsi, Tesis dan Disertasi
Ida Triwahyuni. 1994. “Pentingnya Analisis Umur Piutang dalam Hubungannya dengan Pengendalian Outstanding Freight di Divisi Feeder PT. Samudera Indonesia Surabaya”,  Skripsi Sarjana tak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya.

m.   Artikel dalam Ensiklopedia
Banta, Richard E., “New Harmony”, Encyclopedia Britanica (1968 ed.), Vol, 16, p. 305

n.    Wawancara
Burrows, Dr. Lewis. Personal Interview on Puerto Rican Workers in a New York City Hospital, Mt. Sinai Hospital, New York, N.Y., 3 Juni 1998.

o.        Terjemahan dari Pengarang Lain
Klinchin, A.I. 1957. Mathematical Foundations of Information Theory, diterjemahkan oleh Silverman, R.A. dan Friedman, M.D. New York: Dover.

p.        Internet

Rujukan dari Internet berupa Karya Individual
Donald, P., Harby, L. & Gary , W. 1998. A Study on Agricultural Area Online Journals, 193-1997: The Poverty among  the Rich, (Online), (http://journal.ccs.soton. ac.uk/ study.html, diakses 12 Juni 1998).

Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal
Hartono. 1999. Peningkatan Kenerrja Buruh Perusahaan melalui Reward System. Jurnal Manajemen , (Online), Jilid 7, No. 3, (http://www.malang.ac.id, diakses 10 Mei 2000).


Segala kutipan atau salinan harus disebutkan nama penulisnya atau sumbernya.

Poin penilaian makalah adalah pada :
  •   orisinalitas ide
  •   kejujuran dan sportifitas penulisan (tidak banyak kutipan, dan mencantumkan referensi)
  •   sistematika penulisan (kejelasan alur berpikir) antara judul, permasalahan, tujuan, pembahasan, simpulan dan saran.
  •   kejelasan pengungkapan permasalahan
  •   ketajaman analisis
  •   kemanfaatan penulisan


SELAMAT BEKERJA